Hey, jakarta

November 1, 2009

myfotograri2u.files.wordpress.com

akhirnya.. saya memberanikan diri untuk menghadapi keadaan dimana suatu saat saya harus benar-benar berangkat dari desa malas-jaya-sentosa menuju ke kota jancukarta, terlebih lagi saya sudah berhasil memberanikan diri untuk melawan ketakutan demi ketakutan yang telah berhasil dibuat oleh teman-teman saya yang ndak bertanggung jawab itu. sehingga ketika mendengarkan kata “jancukarta” saja, saya sudah bergidik takut bukan main bukan kepalang.

woh woh.. emang ada korelasi apa antara jakarta dan kamu le?
- jadi begini si calon bu awik itu keterima kerja di jakarta jadi pns,

wow. hebat dong.
- iya Alhamdulillah.. sebuah pencapaian yang menurut saya itu hebat sekali lho. lha wong dia bisa ketrima itu ndak pake ilmu jampi jampi sama sekali. ndak pakek cara yang neko-neko, orang emang ilmunya dia tu bukan ilmu abal-abal jadi ya emang dasar orangnya pinter.. dan kebetulan Tuhan memberikan amanah itu kepada dia.. Alhamdulillah..

trus?
- jadi begini ceritanya, konon sebelum saya memberanikan diri untuk melamar gadis pujaan hati saya itu, saya sudah di warisi sepetak kebun kecoa oleh orang tua saya, yang hasil pengolahan dari ingus kecoa itu bisa saya produksi ulang menjadi obat-obat-an, nah pikir saya, hal-hal yang bermanfaat dari pengolahan itu bisa untuk menghidupi kekasih saya dan tentunya saya sendiri.

*manggut-manggut ga jelas.. lalu masalahnya dimana?
- ya harapan saya itu,

itu gimana?
itu! masak ndak dong, jadi ketika menikah nanti, saya itu pengennya bu awik ikut bantu-bantu saya membesarkan kebun kecoa yang dititipkan juga oleh Tuhan kepada saya.. lalu tinggal bersama saya di desa malas-jaya-sentosa ini. Eee.. malah dia ketrima kerja di jancukarta,
jadi orientasi saya untuk memboyong dia dan memintanya untuk ikutan mengembangkan usaha ingus kecoa itu bakalan jadi terhambat, bukan berhenti, cuman kayaknya agak terhambat.. lagian juga to mas, masa’ suami istri pisah ranjang. baru nikah langsung pisah ranjang. hahay, saya ini bukan seperti artis artis di tipi itu, saya sadar sama muka saya koq.

ya kan bisa ber-kompromi secara baik-baik, kamu minta dia untuk mutasi ke desa-malas-jaya-sentosa? pns kan bisa alesan ikut suami..
-nah, tuh kan, mas-nya sama kayak saya.. hihihi…

wah, ya udah.. namanya juga berencana pegen menikah, apalagi niatnya menikah juga untuk ibadah! kalian udah bener itu, lha wong kata orang-orang kalau menikah itu adalah proses mengikisan ke-egois-an seseorang, jadi ya kalau emang kamu dan kekasih pujaan hati kamu itu berjodoh, pasti nanti bakalan dijodoh-kan juga dengan tempat tinggal kalian.. toh sebenarnya ini bentuk pelajaran ke-ikhlas-an buat kalian untuk bisa menerima sebuah keputusan yang ndak pernah dibayangkan sama sekali oleh masing-masing dari kalian.
ya kamu ikhlas untuk merelakan keinginanmu untuk tinggal di desa malas-jaya-sentosa itu, dan dia juga harus ikhlas merelakan keinginannya untuk tinggal di kota jancukarta. nanti kalau udah sama-sama ikhlas, kalian berdua bakal lebih tenang menentukan pilihan, apalagi kalau kalian menikah karena mengharap ridho dan pertolongan dari Tuhan kalian, ya nanti mudah-mudahan kalian ditolongNya..

-jadi?
kok tanya saya, jalanin aja dulu.. menikahlah.. menikah aja belum dah mikir yang engga-engga, satu hal yang perlu kamu catat, kebimbanganmu adalah karena kamu belum menikah-menikah itu juga. haha.. segera ya!

iya.

Hey, Sumpah Pemuda

October 29, 2009

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

suatu ketika, kita perlu menghargai sebuah sejarah, keindahan yang ditinggalkan untuk anak cucu mereka, sebuah keagungan maha karya manusia dengan kebersamaannya. dimana kata2 diatas mampu menjadikan seluruh pemuda pemudi bangsa bersatu di tanah ini.

aku sudah menata sedemikian rupa, hingga kamarku bisa difungsikan untuk menulis lagi. belakangan ini aku jarang sekali menjamah komputer kesayanganku ini, karena memang harus membagi waktu untuk ini waktu untuk itu. tapi yang penting sekarang komputer ini sudah aku gotong masuk kedalam kamar, entah gimana prosesnya itu off the record ya.. :D

seperti para pemuda jaman dulu, menuliskan sejarah! ayo Awik! menulislah, demi keseimbangan jiwamu.

Merdeka! bersatu! hidup pemuda pemudi indonesia!

Hey, aku pernah!

October 2, 2009

pagi ini hujan mengguyur kota jogja, dalam sebuah ruangan ber-AC aku mengalihkan konsentrasi kelas untuk sejenak memandang ke arah luar jendela dari tingkat tiga. aku merindukan segala hal yang pernah aku lakukan, segala hal yang pernah aku lalui, segala hal yang pernah terjadi dalam benak dan nyata-ku. Read the rest of this entry »