ayahku.jpg

-meskipun kamu telah khianati aku- aku kan tetap mencintaimu Ayah,

tak terbayangkan betapa aku sudah sangat dewasa,

seolah baru kemarin Ayah mengantar aku sekolah, sekarang aku sudah sarjana.

Aku hanya bingung bagaimana caranya merayakan semua ini tanpamu.

Seminggu sebelum aku pendadaran hingga detik ini aku tidak bisa tidur di tiap malamku,

Aku hanya takut apabila bahagia kelulusanku tak sebahagia bila Ayah menyambutku,

Menggendongku, dan mencium pipiku..

Aku menangis bukan karena tidak ikhlas kehilanganmu,

Aku hanya Rindu tatapan matamu yang dalam, rindu marah-mu, dan rindu merasa sebagai anakmu.

Betapa Ayah mampu menyejukkan hatiku, betapa Ayah selalu ada disaat aku membutuhkanmu,

Sekarang aku butuh Ayah, dan Aku masih saja beranggapan hidup ini takkan berarti tanpa Ayah.

Aku masih ingat Ayah menelepon di tengah malam untuk memintaku cepat pulang.

Aku masih ingat buku yang ayah beli untuk ku, meski Ayah basah kehujanan tuk membeli semuanya.

Aku akan selalu mencintaimu Ayah, akan selalu memikirkanmu, karena Ayah begitu berarti untukku.

Ayah, boleh aku jujur? Mudah2an Ayah tahu, aku akan berkata sangat jujur…..

“Ayah, sebenarnya selama hidup bersamamu, aku tak pernah ada rasa cinta untuk kamu selama itu, dan aku tak bisa menghindari rasa cinta itu hadir saat kamu telah tiada, rasa cinta itu seakan sangat menyakitkan saat tersadar kamu telah ada yang memiliki, karena Ayah adalah milik Allah seutuhnya”

Ayah buat aku butakan cinta, Ayah lah cinta yang sempurna, Ayah aku terluka kehilangan pelukanmu, Ayah aku menangis Ayah, Aku sangat mencintaimu, Segala yang Ayah ajarkan tentang cinta buat aku untuk tidak menyia-nyiakan apa yang masih ada.

Aku bercita-cita untuk mati di sebelah kuburanmu, meski aku harus menjadi seorang profesor sepertimu untuk bisa dimakamkan ditempat mu itu, namun aku masih memiliki cita cita yang lain, aku bercita-cita untuk hidup setelahnya bersamamu, dengan agamaku aku masih memiliki kesempatan bertemu denganmu, walau aku masih melihat jelas godaan setan yang bisa memisahkan aku denganmu, aku tidak pedulikan godaan itu, karena tujuanku jelas, aku persembahkan hidupku untuk menjadi sepertimu. Karena Ayah begitu sulit untuk aku tiru, karena Ayah begitu bijak melebihki kata bijak.

Ayah, ijinkan aku mencintai wanita yang kau cintai.. Karena masih ada wanita itu di sebelahku, dia aku panggil ibu. Aku akan mencintai nya sama seperti Ayah mencintai nya.

Aku percaya Ayah masih akan berdiri tuk selalu mengawasiku, namun entah apakah kamu akan selalu ada disaat aku membutuhkan aku.

Gelar S.Kom akan kupersembahkan untuk Ayah. Terimakasih telah membiayai ku sejak aku lahir kedunia hingga menjadi seorang sarjana. Dan terimakasih telah menemaniku selama 22 tahun. Betapa cukup singkat hidup ini.

Best Regard.

Anakmu, Arief Ikhwan Wicaksono.

 

this is the pic of my best i ever had

foto-kebanggaan.jpg

12 Responses to “Persembahkan kelulusanku untukmu alm ayah.”

  1. thebolotz Says:

    oh gosh.. dats so touchy indeed..
    baca ini aja aku bisa ngliat betapa km mncintai beliau.
    well, smga sukses dg semua yg kmu prjuangkan ya wik..
    ayahmu psti akan sangat-sangat bangga! :)

  2. nurzj Says:

    semangat!

  3. ibtasim Says:

    Salam kenal, waw sebuah cinta yang indah…. Cinta Allah dan mencintaiNya adalah Keindahan yang diimpikan semua makhluk walau seringkali kita lupa dan tidak kita sadari….. good luck…!!:)

  4. awik1212 Says:

    @ bolot : iya, aku akan menjadi sepertinya
    @ inung : ganbateee
    @ ibtasim : salam kenal jugaa

  5. dj Says:

    koe bagus pas dek cilik wik :)

  6. Nana Says:

    nice story


  7. good story 4 shring

  8. Gita Sonya Margareta Says:

    Gita sukaaaaa sekali gambar Awik dg ayahnya…. gambarnya sederhana, tapi kalo Gita ngeliatnya,,, tuluuus bgt…. Gita tau Awik pasti sayaaaang bgt sama Ayah,,, meski Ayah Gita masih ada, tapi Gita ndak deket sama Ayah,,tapi dalam hati Gita Ayah selalu ada disaat2 penting kehidupan Gita serta saat2 perasaan Gita sedang sendiri… hati Gita selalu merasa ada bersama beliau. that’s why,,, Gita “suka” sekali sama gambar Awik dan Ayah….

    salam kenal,,,
    Gita.. :-)

  9. ningsih Says:

    wah…Subhanalloh episode kehidupan yang luar biasa indah.
    Salam kenal..
    Mas arief, klo tulisannya sy minta u ngisi halaman buku yg sy tulis blh g?kebetulan sy sedang nulis buku tentang kenangan berkesan dgn ayah.

  10. ningsih Says:

    mas arief, permintaan sy tlng dikonfirmasi lewat email or FB ja ya. alin_salsabila@yahoo.kom. thank’s before :-)


Leave a Reply