puisi hidup
August 4, 2008
hidup di dunia ini hanya sebentar
ketika kata diciptakan sang ayah bunda
sejumlah kata telah menandakan itu adalah nama kita
semua di dunia ini segalanya di tawarkan
hidup belum cukup hanya untuk dihadapi
karena meresahkan segala yang menghadang itu buruk
tebarkan saja suara yang menghibur hati
sedih itu menyerah, senang itu adalah keberhasilan
ujian itu selalu ada
keringat bukan datang untuk di-percuma-kan
otak tercipta bukan hanya untuk di letak-kan
lukisan tintamu adalah wujud kesetiaanmu
apabila datang masa dilema
tak perlu mengejar yang tak pasti
mengapa berkeluh di saat semua masih tertata disini
lupakah kita untuk bermunajat saat kita bahagia
nyanyikan dentuman kekhawatiran itu
bersendanglah dengan tangan menyentuh ibadahmu
karena hidup bukan berarti harus berselisih
karena kita tak mampu. maka kita marah
bukankah bila selesai hidupmu didunia
coba katakan adakah yang bisa menyelamatkanmu
atas semua yang telah kamu perjuangkan
bukankah kata sang ayahbunda tinggal kata
agustus’ 2008.
awik mencintaimu hidup





August 9, 2008 at 2:44 pm
mantab, hiduplah di hidup