Selamat, Semoga Tenang disisi-Nya
November 23, 2008
sedikit aneh kalau judulnya itu kalian baca tanpa baca ni cerita, jadi begini.. dum dum dum.. terdengar suara penjaga kerajaan sedang menyuarakan genderam meriam sebagai tanda bahwa sang Awik akan bercerita kepada khalayak ramai.
tadi pagi di kampung-ku yang tercinta, terjadilah dua buah momen acara, yang satu acara pernikahan yang satunya lagi acara lelayu. nah, kenapa bisa sampe terjadi seperti itu. saya juga ndak mudeng, yang saya mudeng adalah semuanya terlihat serba sungkan. mulai dari tatanan suara sound sistem yang kedua belah pihak sama2 sungkan untuk membunyikan-nya secara “keras”, hingga raut wajah si empunya hajat yang sungkan untuk tersenyum lebar.
kenapa bisa pada sungkan? pertanyaan anda jenius sekali..
karena lokasi dua buah acara tersebut hanya berjarak kurang lebih 35meter antara satu acara ke tempat acara lainnya itu. jadi tamu undangan hajatan pernikahan bisa melirik tamu undangan layatan. dan itu berarti lokasinya b e r s e b e l a h a n dong?. yak bersebelahan, dan kedua lokasi itu hanya di apit oleh satu rumah, dan rumah itu adalah rumah saya. wow..
saya jadi ndak enak, mau keluar buat layat apa keluar buat jagong.. tapi akhirnya sih semua saya datang-i, bertemu blogger yang baru saja masuk deplu, bertemu blogger yang metal, dan bertemu blogger yang narsis.
hujan
November 21, 2008
jadi inget penafsiran pepatah orang sukses,
rasakan semua derita dan bahagiamu, seperti air berkata tentang hidup, berawalnya dari tanah, kemudian terangkat ke bumi untuk membasuh peluh manusia, kemudian mengalir kedalam selokan, begitu deras berduyun – duyun tersenggol terjalnya batu sungai, berdiam diri di selat dan muara, menunggu saat pasang, kemudian siap untuk ter-rangkul oleh dingin nya pinggir mecusuar, lalu laut menjadi tujuan, kemudian terangkat ke angkasa menjadi gumpalan awan, kemudian turun lagi kebumi..
sepertinya simpel, namun mengingatkan aku pada saat dimana roda itu selalu berputar. jadi ingatlah selalu masa – masa sulit kalian, karena saat kesuksesanmu di hidupmu telah kalian capai, jangan terlalu berbahagia dulu, apalagi terlalu berlebihan, karena semuanya akan kembali seperti sedia kala.
pertanyaan buat kalian, takut kembali jadi mlarat??
selamat sore hujan, senja itu ada di arah mana ya?
terbunuh senja
November 13, 2008

lelaki itu berbicara pada senja, pada mata yang bulat dan mampu menyapa batin nya, lelaki itu aku, lelaki yang mampu terbunuh oleh senja, karena tubuh nya mampu melemas seketika saat arah pandangan nya tertuju pada lorong – lorong cahaya menjelang malam itu.
wanita itu berkata tentang senja, pada telinga dan kepada rapuhnya sebuah mata hati, wanita itu kamu, wanita yang mampu membunuh siapa saja dengan senja, karena sekuat bulat matamu lah yang mampu memberikan tetesan keteduhan, karena dirimu-lah seorang lelaki sepertiku akan berkata pada lorong – lorong hatimu bahwa aku, sang lelaki yang akan selalu menunggu kehadiranmu, disini dan masih tetap disini.
biarkanlah senja menyatukan sang lelaki sepertiku, denganmu. dengan wanita yang akan datang kepadaku saat senja turun di kota jogja.
…sebuah bait renungan untuk mencari jodoh…




