sedikit aneh kalau judulnya itu kalian baca tanpa baca ni cerita, jadi begini..  dum dum dum.. terdengar suara  penjaga kerajaan sedang menyuarakan genderam meriam sebagai tanda bahwa sang Awik akan bercerita kepada khalayak ramai.

tadi pagi di kampung-ku yang tercinta, terjadilah dua buah momen acara, yang satu acara pernikahan yang satunya lagi acara lelayu. nah, kenapa bisa sampe terjadi seperti itu. saya juga ndak mudeng, yang saya mudeng adalah semuanya terlihat serba sungkan. mulai dari tatanan suara sound sistem yang kedua belah pihak sama2 sungkan untuk membunyikan-nya secara “keras”, hingga raut wajah si empunya hajat yang sungkan untuk tersenyum lebar.

kenapa bisa pada sungkan? pertanyaan anda jenius sekali..

karena lokasi dua buah acara tersebut hanya berjarak kurang lebih 35meter antara satu acara ke tempat acara lainnya itu. jadi tamu undangan hajatan pernikahan bisa melirik tamu undangan layatan. dan itu berarti lokasinya b e r s e b e l a h a n dong?. yak bersebelahan, dan kedua lokasi itu hanya di apit oleh satu rumah, dan rumah itu adalah rumah saya. wow..

saya jadi ndak enak, mau keluar buat layat apa keluar buat jagong.. tapi akhirnya sih semua saya datang-i, bertemu blogger yang baru saja masuk deplu, bertemu blogger yang metal, dan bertemu blogger yang narsis.