bertemu.
April 30, 2009
di stasiun tugu pukul 01.30..
sudah cukup lama aku berdiam diri di kota jogja, hanya menatap wajahnya dalam layar 15″. beradu kata dalam media chating, beradu nada dalam media telepon, beradu dalamnya perasaan melalui media facebook. hm.. sudah cukup aku menahan rasa rindu yang cukup dalam ini. aku ingin bertemu. hanya ingin bertemu.
di dalam kereta bima pukul 05.00..
surabaya sudah dekat, yup.
aku tertuju pada playlist ipod. tertuju pada sinar matahari pagi di jawa timur, kagum pada embun yang melekat pada kaca jendela kereta ini, kagum pada yang menciptakan dunia dan seisinya, dengan hamparan sawah hijau, lengkap dengan alunan suara derap kereta api. Selesai aku melakukan sholat shubuh di dalam kereta, kemudian aku melamun membayangkan dirinya yang duduk menunggu di kota itu. aku sadar, aku dan dia memiliki perasaan yang sama, sebuah dentuman dalam hati, sebuah rentetan rencanya yang irrasional menjadi rasional. subhanAllah aku sudah dekat dengan surabaya. hanya itu kata – kata yang muncul dalam benakku berulang ulang.
di stasiun gubeng, surabaya.. pukul 07.30
sebuah sms masuk, beep.. beep..
“beib, aku pake baju merah ya”
saat membacanya, jantung ini rasanya mau copot, akhir dari sebuah penantian yang cukup lama untuk bisa melangsungkan ta’aruf, saat itu juga aku bertasbih. hingga kereta yang membawaku pergi ini serasa dipenuhi oleh malaikat – malaikat yang selalu bertasbih kepada sang Ilah.
aku menelpon dia setelah kaki ini menginjakkan stasiun gubeng untuk kali pertamanya. kemudian aku melihat sebuah ke-indah-an menghampiriku, serasa berjuta malaikat mengiringi langkahnya mendekat padaku..
di gubeng, aku bertemu denganmu.
seketika nafas ini menjadi memburu, aku hanya berkata padanya ingin duduk dan mengambil nafas dalam dalam.. luar biasa, aku kehilangan nafas saat menemukannya.
kemudian dia mengantarkanku menuju rumahnya, menggunakan oplet, kita duduk berhadapan dalam sebuah mobil kecil, dengan pengemudi yang agak stress, hingga kekakuan kita pecah dalam canda memandangi tingkah supir oplet yang nyetirnya seolah2 ga bawa penumpang.
di keputih tegal, di rumahnya..
mama nya sudah menunggu, kemudian mempersilahkan aku menikmati semua kue kue dan hidangan nomer satu, mama nya pinter banget masak, tapi aku malu buat memuji, karena dikira aku nggombal mama nya haha.. semua capek dalam perjalanan seketika menghilang, seketika berubah menjadi rasa nyaman dan rasa kagum atas kebesaran Allah. sungguh di luar bayanganku, keluarganya menyambut hangat, namun karena kebanyakan makan aku jadi ngantuk, aku nyesel aja pas ada buliknya dateng aku malah keburu ngantuk. kemudian mama mempersilahkan aku untuk mandi, kemudian tidur didalam kamar yang sudah disiapkan. hm.. subhanallah..
malam datang pada kota itu, surabaya..
magrib datang, seruan adzan menutup semua suara kebisingan di kota surabaya, menyeruak hingga menuntunku untuk menjadi imam dalam sholat magrib, mama dan perempuan itu menungguku, subhanAllah..
di graha adi,
aku pergi bertiga bersama dia dan saudaraku dari karangpilang, menikmati malam dengan suasana kotanya, dia banyak bercerita tentang nama nama lokasi di sepanjang jalan yang kita lewati berdua. hingga aku berhenti di sebuah monumen gurbenur surabaya, dan sesekali mengambil foto kita berdua.. hangat dan nyaman.
indah,
aku memutuskan untuk tidur di rumah pak lik, bertemu dengan adik dari almarhum ayahku, kemudian aku berangkat bersama saudaraku meninggalkan rumah dia setelah berpamitan dengan mama yang sangat hangat dalam menerima kedatanganku, terimakasih mama, terimakasih untuknya. dan terimakasih untuk Allah.
di komplek pondok maritim, karangpilang.. malam hari.
pak lik menyambut kedatanganku, aku mencium kedua pipinya dan bercerita panjang lebar tentang maksud kedatanganku, haru saat teringat ayahku saat aku menatap wajah pak lik, dan kemudian pak lik memaklumi saat besok pagi aku ingin berpamit-an untuk meninggalkan kota surabaya, pak lik sempat kecewa karena secepat itu aku datang kemudian pergi lagi, dan pak lik dapat memahaminya karena maksud kedatanganku hanya untuk mengucapkan salam selamat datang kepada surabaya, bukan untuk berlibur atau berpiknik.
siang hari setelah aku bermalam ditempat pak lik, aku berangkat kerumah perempuan itu, untuk bertemu kembali dengannya, untuk menyampaikan maksud kedatangaku kesurabaya kepada mamanya, tapi karena waktu begitu mepet karena jam 3 aku sudah harus berada di atas kereta yang akan mengantarkanku pulang ke jogja, akhirnya waktu belum bisa bicara panjang lebar dengan mamanya. suatu saat aku pasti akan memohon kepada Allah untuk bisa diberikan kesempatan lagi untuk dapat bertemu dengan mamanya. karena aku tau mamanya tahun ini akan berangkat ke tanah suci, subhanallah.. jadi aku yang harus menyadari keadaan ini. bersabar untuk sesuatu yang besar.
di gubeng, perpisahan, indah..
perempuan itu mengantarkan kepergianku di stasiun. dia terlihat cantik, sungguh cantik, dan ketika kereta sudah mendekat, aku memohon kepadanya untuk diberikan kesempatan berbisik di telinganya, dan ketika dia mempersilahkan, alhamdulillah aku bisa mengatakannya dengan perasaan yang tulus..
2 jam menuju jogja, di atas kereta..
senja menutup seluruh ritual perjalanan ku keluar kota kali ini, yup lebih tepatnya keluar “kotak”, dimana aku bisa melihat siapa diriku sebenarnya, dengan kerendahan sebagai seorang manusia yang tak lelah berproses, dengan penyadaran diri sebagai seorang manusia yang seutuhnya penuh dengan kekhilafan selama berproses, dengan kesadaran untuk kembali kejalanNya. dan dengan waktu yang Dia sediakan, aku merasa Dia sangat adil untuk bisa memberikan pilihan atas hidup ini, pilihan untuk kembali pada jalan yang benar.
karena hidup adalah bergegas-berkemas, berproses di perjalanan, dan tiba di stasiun pemberhentian terakhir dengan “selamat”.
*untuk bisikan yang aku bisikan pada peremupuan itu, kalian semua pasti sudah bisa menebak, happy blogwalking guys.. semoga perjalan hidup kalian bermakna..
terimakasih.
aku mencintai perempuan itu.





April 30, 2009 at 1:53 pm
siapa wanita itu mas?
wedeeeewww…
mas awik jatuh cintaaaa…
ihiiiy..
April 30, 2009 at 4:04 pm
thats why i call u my bro!!
May 4, 2009 at 11:32 am
dadi penasaran….
May 7, 2009 at 11:24 am
arief…
this title “bertemu” is my favorit one..
hmmm….km selalu tepat untuk membuatku merasa istimewa dihadapanmu.
terimakasih beib.
danke schon..
May 7, 2009 at 11:34 am
bukankah dirimu yang telah membuatnya sendiri..
membuatku seperti itu.
yang mengistimewakan adalah yang diatas,
sedangkan aku hanya pengantar ke istimewaan ini..
sama2 beib..
terimkasih kau sambut tangan ini.
May 7, 2009 at 11:56 am
indah.
May 9, 2009 at 9:23 pm
kirim undangannyaaa..!!!