gubeng

May 4, 2009

kita bertemu kemudian
sedari menanti disekap dingin kereta
meski cempaka tak jadi kubawa
awal itu penuh senyum tawa

surabaya masih pukul tujuh
tapi nafasku sudah berpeluh
aku tersenyum oleh tetes embun
pada wajahmu sepagi itu, kita tersipu malu.

2 Responses to “gubeng”

  1. Moes Jum Says:

    hahaha …. sok romantis di stasiun Gubeng.

  2. sigit Says:

    Tenyata….

    Manusia itu pada dasarnya ..sweet
    Rasa manis, rasa melankolis itu manusiawi
    Cuma puitis itu muncul hanya saat berduaan
    itu namanya…… gombal mukiyo…….he he he
    Tapi……kalau kata2 puitis selalu mewarnai hidup
    …oh…….itu menjadi pujaan para dewi he he he
    berul eh betul lho!!!!!!!


Leave a Reply