Hey, berusahalah!
June 13, 2009
apa anda tengah berbisnis? tapi ternyata yang terjadi pada anda hanya BEP melulu? lalu merasa tidak mendapat keuntungan besar? lalu malah akan berencana untuk berhenti dari bisnis tersebut? hm.. coba selidiki niatan awal anda untuk berbisnis.
mari saya bantu memecahkan permasalahan seperti itu, dengan berbagi pengalaman yang saya miliki, sebelum anda benar-benar cabut dari bisnis anda itu.
begini, dahulu kala saya juga seperti anda. maksud saya, yang terjadi pada saya adalah tidak dapat menuai sebuah keuntungan yang besar, karena keuntungan yang saya dapat pada saat itu hanya bisa dipakai untuk menutup segala biaya produksi yang jumlahnya juga tidak sedikit.
hm.. memang sih kalau di ingat-ingat, saya benar-benar tidak menuai “hasil” pada saat itu, karena sampai hari ini, saya masih inget dengan apa yang pernah mereka katakan kepada saya,
“kok mau sih, usaha koq cuman dapet capeknya doang? untungnya mana?”
hm, lalu saya berusaha mengingat kembali pada detik awal saat itu, jauh hari pada saat hendak memulai untuk berbisinis, dan ternyata saya menyadari bahwa kunci keberhasilan dari berbisnis adalah niat. dari situ saya melihat diri saya dari sudut pandang orang lain, saya merasa bahwa bentukan saya pada saat itu (pada saat tidak memiliki keuntungan yang besar) adalah akibat dari niatan awal yang saya yakini sejak dahulu kala. dan saya akui ketika hari itu, saya memang belum menuai profit, saya terus bersyukur. karena menurut pemahaman saya, saya masih beruntung karena telah memiliki sebuah niatan yang mulia dimata saya.
bukankah, berusaha (baca: berbisnis) adalah kata lain dari ibadah. semua tentang peningkatan yang konstan, bukan sesuatu yang instan, bukan terjadi begitu saja, secara logika pun binaraga ade rai tidak mungkin mampu mendapatkan otot-otot nya itu hanya dalam waktu satu dua hari saja.
sedangkan, ketika niat awal berbisnis kita sadari itu “baik”, menurut hemat saya pertahankanlah apa yang anda lakukan saat ini, karena sebenarnya ada hal yang secara tidak sadar telah anda dapatkan, yang orang lain belum tentu mendapatkannya, mungkin saja kali ini anda tidak seberuntung mereka yang memiliki keuntungan yang besar, dan anda juga tidak mendapatkan materi yang sama besarnya seperti yang mereka dapatkan. tapi siapa tahu anda malah mendapatkan sesuatu yang nilainya lebih dari sekedar nilai materi. dan bila niat anda itu juga baik dimata Dia, dan pada saat nya semua akan anda tuai dikehidupan yang lain.
maka berusahalah! dan jadikan sabar itu makanan anda.
Hey, ambil kesempatan itu!
June 10, 2009
akhirnya aku sudah membuat keputusan, setelah dapet beberapa masukan dan motivasi dari berbagai pihak tentang rencana studi s2 ku. akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kesempatan belajar ini, dengan tidak mengurangi nilai dari kualitas sebuah pelayanan atas usaha yang aku rintis ini.
hm. sedikit bisa menepis keraguan yang dulu membelengguku, dan sedikit bisa bernafas lega setelah hampir sebulan didera perasaan bingung.
aku hanya ingin berbagi sebuah pengalaman kepada seluruh temen2 yang lagi pada blogwalking-an disini. tentang bagaimana menyikapi sebuah kebingungan akan pengambilan suatu keputusan.
begini,
- jadi dalam meminta sebuah pertimbangan terhadap seseorang sebaiknya terlebih dahulu melihat latarbelakang orang tersebut. ct kasus sebuah pendidikan, jangan pernah meminta masukan terhadap orang yang skeptis dengan dunia akademia. dengan kata lain, sudah jelas orang – orang tersebut sakit hati terhadap akademia, pasti literatur dan tanggapan nya lebih condong pada sisi negatif daripada sisi positif terhadap sebuah wacana – wacana akamedia.
- mintalah masukan yang bersifat counter atau melawan atas keputusan – keputusan yang akan anda ambil. ini berguna untuk sebuah tolak ukur seberapa kuat anda benar – benar menginginkannya. namun point diatas harus anda lalui terlebih dahulu.
- lihat sisi positif, dan optimis. jangan terlalu pesimis akan sebuah akhir yang belum pernah anda alami.
- perdekatkan diri anda kepadaNya.
- pergunakan kata – kata “kesempatan” karena beda waktu beda kesempatan.
begitu,
- anda perlu memperbanyak faktor pendorong, ambil saja orang tua, orang terdekat, dan calon pasangan anda.
- anda perlu melihat dari sudut pandang terjelek, bahwa tidak semua orang diberikan kesempatan sama seperti anda
- anda setidaknya sudah memiliki sebuah niat baik, anggap saja baik apabila anda merasa baik.
- anda sebaiknya jangan terlalu pusing sendiri akan arah sebuah perencanaan, karena ada yang telah merencanakan akan kemana langkah hidup anda.
dan akhirnya, sekarang pilihan ada ditangan anda, bahwa anda bisa seperti sekarang ini bukan berarti anda tidak memilih, anda pasti tanpa sadar sudah memilih, dan keputusan itu tidak menjadikan anda sesal dikemudian hari bukan? karena anda bertanggung jawab atas pilihan anda itu sendiri. semoga ilmu yang sedikit ini menjadikan anda tetap tegar walau dalam pengambilan keputusan yang pernah anda jalani kurang sesuai dengan harapan harapan yang anda dambakan sebelumnya. karena sesungguhnya hakikat manusia hanya bisa merencanakan dan Dia yang memutuskan.
butuh motivator untuk sekolah
June 3, 2009
berlanjut dari postingan saya yang ini.
saya hanya manusia yang haus ilmu, ntah saya masih bingung dengan cara apa agar saya bisa mendapatkan ilmu, entah ilmu itu akan saya dapat disaat bekerja, entah itu pada saat saya memutuskan untuk mengambil kuliah lagi. namun paling tidak semua tergantung niat sih sebenarnya, saya juga sudah berkesah disini. rasa tenang itu datang karena sudah berkesah, tapi cuman sebentar dan sekarang rasa resah itu keluar lagi. saya masih sadar tentang bagaimana ilmu itu datang, dan seperti apa cara mendapatkan ilmu itu. karena semua sudah di jamin disini. lalu saya mencoba untuk googling dan alhamdulillah bisa mampir kesini.
maka saya butuh anda sebagai blogger yang baik, sebelum anda blogwalking lagi, mohon beri saya motivasi..
ini potongan dari kesah saya yang sudah saya postingkan disini.
salam bingung!
saya juga sedang kebingunan dengan pilihan saya, tentang S2 atau melanjutkan usaha yang telah saya rintis selama 1 tahun terakhir ini,
kalau dilihat dari usaha yang Allah titipkan pada saya, Alhamdulillah, saya sudah dapat menyampaikan amanah kepada 6 orang yang membantu usaha saya di sini. namun ketika meminta pertimbangan kepada teman yang notaben nya orang kepercayaan saya, mengapa dia menganjurkan untuk tidak mengambil S2 karena alasan ilmu yang didapat tidak ada hubungannya dengan usaha yang saya geluti sekarang.
sehingga menurut dia, nantinya S2 itu tidak akan terpakai bila setelah lulus nanti saya kembali fokus pada usaha saya. bisa dibilang saya seperti berspekulasi tentang arah masa depan. itu kata dia, dengan modal s2 yang sudah dimiliki bila hanya dipakai untuk usaha (bukan menjadi dosen, konsultan, praktisi, dsb) hanya akan menjadi sesuatu yang useless. terimakasih bisa menemukan blog mas anjar, mohon masukannya ya mas.. apakah sebaiknya saya memilih ulang S2 yang berhubungan dengan usaha saya meski harus mundur satu tahun karena terbentur biaya. atau memilih S2 yang sejak awal sudah saya idamkan, namun ndak ada hubungannya dengan usaha saya. saya usaha ISP, dan S2 yang saya pilih adalah magister ilkomp UGM, dimana disana ga ada matakuliah tentang jaringan. adanya sih di MTI tapi kemahalan. jazzakumullah.. mudah2an bisa mewakili permasalahan teman2 yang lain.




