Hey, media

October 1, 2009

tadi pagi aku merasa dunia sedang tidak bersahabat! dan saat itu juga temenku nyeletuk “emangnya kamu sendiri gimana? apa kamu bersahabat dengan dunia”. aku sedang ga tahan dengan yang namanya sebuah peristiwa, seakan baru saja mata ini terpejam karena letih bekerja seharian, namun sesaat setelah “bangunku” tiba – tiba saja segala peristiwa dan kejadian bertubi-tubi datang melalui media internet, majalah, koran, radio, maupun televisi.

ah sudahlah, aku ingin melanjutkan saja tidurku kemudian nyungsep masuk ke kolong tempat tidur, aku ingin menjadi pengecut yang tak berani menyerap segala informasi simpang siur yang masuk kedalam otak-ku secara sistematis dinamis praktis! sepertinya semua informasi tak pernah disaring terlebih dahulu. bahkan tertelan dengan sangat tidak santun!

mungkin saja aku penat, aku merasa penat dalam genggaman sebuah politik media. atau media politik. atau apapun namanya. aku sadar, aku sudah  penat. namun aku masih saja terus mengkonsumsinya seolah-olah tak pernah merasakan kekenyangan, berlanjut dari infromasi ringan hingga informasi yang sepertinya tidak penting untuk aku konsumsi sejak membacanya di paragraf pertama. dan masih saja terus terkonsumsi secara tidak sadar. wow! candu!

aku akui aku sudah sangat muak, dengan gaya penyampaian mereka semua yang terkesan membenarkan sumber berita yang sebenarnya belum tentu benar. argh.. aku ingin mengakhiri ritual pemujaan diriku terhadap sifat konsumtif destruktif pada otak-ku.

sebenarnya aku khawatir, yang kemudian melahirkan getir. aku benci sebuah tesis dan anti tesis, sebuah umpan dan sebuah tanggapan. aku hanya benci segala peristiwa yang berdampak pada perubahan atas segala rencana yang telah aku bangun sebelumnya, mungkin saja begini simulasi hematnya, aku tak suka bila hanya melihat sebuah minuman kaleng dibiarkan “perawan” dan terjajar rapi di rak lemari es sebuah minimarket tanpa kusentuh, seolah proses penyentuhannya telah di dejavu kan atas ulah media yang mengendalikan tangan di bawah sadarku. tanpa berpikir panjang semua terjadi atas dasar asalkan sikapku telah sesuai dengan permintaan halus sebuah media.

ough! bangsat! anj***! sebenarnya aku ini tidak menawarkan permohonan pertolongan atau meminta solusi atas permasalahan ini, aku hanya merasa dunia dan medianya sedang tidak bersahabat! atau mungkin aku sedang letih untuk mengkonsumsi segala hal yang masuk ke otak! atau sudahlah, biarkan saja otak-ku ini aku pasangkan sebuah filter! agar semua yang masuk sesuai dengan apa yang aku harapkan, meski aku tau ketika filter yang kukenakan telah menjadikanku seorang yang berhati kerdil.

aku hanya butuh nyali untuk menghadapi segala perubahan yang terjadi setelah datangnya sebuah peristiwa!!

2 Responses to “Hey, media”

  1. adam Says:

    wah lagi penat ya bos
    sama gw dulu juga pernah jadi males ngapa2in
    ^_^
    ya lakukan sesuatu yg berbeda dari rutinitas bos ntar enakan lagi
    mis wisata ke luar negri seminggu >_<


Leave a Reply