Hey, aku pernah!
October 2, 2009
pagi ini hujan mengguyur kota jogja, dalam sebuah ruangan ber-AC aku mengalihkan konsentrasi kelas untuk sejenak memandang ke arah luar jendela dari tingkat tiga. aku merindukan segala hal yang pernah aku lakukan, segala hal yang pernah aku lalui, segala hal yang pernah terjadi dalam benak dan nyata-ku.
nuansa pagi ini pernah terjadi di jauh-jauh hari sebelumnya, dengan sebuah senyum dingin sang hujan kepada bumi, kepada nyanyian dewi sri yang dilantunkan untuk memberi kemakmuran dan kesuburan dari tiap jengkal padi yang menancap pada lahan – lahan penghasil impian dan cita-cita sang penanamnya.
aku ingin menari dibawah guyuran hujan, dan memandang kebawah sekaligus bertanya pada diriku sendiri, sudah berapa tetes air yang jatuh dan menetes dari sekujur tubuhku, sekedar membasuh peluh dan segala perasaan bersalahku. tapi tak mungkin, karena hari ini aku sedang mem-batik.
aku pernah merasa bersalah, namun tak sebersalah seperti sekarang ini, bahkan aku merasakan konsentrasiku buyar dan seketika berganti dengan nestapa yang membuncah dan kemudian segalanya seperti tak terkedali. seperti ingin marah, seperti ingin misuh namun seketika itu hanya tiupan nafas panjang yang menyelesaikannya. hm, guilty tanpa penyelesaian!
kemudian aku sadar dari lamunanku akan hujan, aku terkejut saat memperhatikan sang pengajar sedang mengamatiku. kemudian aku berpura-pura menulis apa yang tertulis dari lembaran-lembaran slide miliknya. aku tak kuasa menahan ke-tidak-konsentrasi-an ku pada waktu, pada arah, pada semua yang pernah aku cita-cita kan, aku kehilangan visi ku.
kelas pun berakhir, aku menyusuri tiap jengkal bangunan yang me “maha” kan para pembayar biaya duduk-diam-menulis didalam gedung itu. aku pernah berada disini, exsis disini, kemudian pernah menjadi enemy disini. aku pernah! bahkan menjadi idaman!
lalu untuk apa aku disini, bila aku pernah disini. aku berjalan sendiri dibawah hujan yang mulai me-reda, menyusuri jalan setapak menuju kantin, menuju tempat riuh, mengirim sms, mengundang teman lama, tak kutemui semua manusia yang pernah hadir di kantin ini. meski sebelumnya aku berharap suasana ramai bisa menyapu lamunanku.
aku pernah menjadi sedemikian rumit, aku pernah! dan saat ini semua kadarnya makin meningkat! semakin sedemikian rumit. aku hanya butuh sesuatu yang baru saat memutuskan untuk melanjutkan studiku, tapi saat ini, yang terjadi adalah sebuah perulangan yang aku sendiri sudah muak dan bosan terhadapnya. bahkan ketika sebuah kelas yang kuanggap akan membuahkan ketidak-pernah-an malah menyodorkan sesuatu yang sangat basi! f**k !!
semoga ada dekapan dari seorang istri yang nanti akan mengajariku segala sesuatu yang sama sekali belum pernah aku alami. ajari aku istriku, aku memohon dengan sangat.





October 2, 2009 at 5:40 am
mantep wiek…lek kawin!!
October 3, 2009 at 8:19 am
nggolek bojo sing wis berpengalaman tho kowe wik? sarkem po babarsari kono!
October 9, 2009 at 6:53 am
istriku ayo ajari aku juga…
October 15, 2009 at 5:34 am
bukannya lagi kul mas e
ga sempat cari istri tapi kalo calon udah ada kan sekarang tinggal tunggu kuliah lesai lanjutkan!