Hey, kotoran

June 7th, 2011 § 7 Comments

siapa yang ga marah kalau dirinya dianggap kotoran? sudah pasti kotoran adalah sesuatu yang dibuang, tidak dihargai. its okey. anda pasti paham dimana lokasi kotoran seharusnya berada.. yup. ditempat yang sangat bau, dan orang-orang pasti akan menjauhi tempat pembuangan itu.

saya tergelitik ketika mengamati cara pandang seseorang yang tidak menghargai diri kita, dan bila terus menerus terjadi, bukan tidak mungkin psikologi kita akan merasa menjadi yang terbuang. sebenarnya tidak ada yang salah pada keadaan itu, toh itu hak mereka menganggap kita ini apa? yang salah adalah mengapa kita harus terus menerus menerima cara pandang mereka terhadap diri kita.

saya memiliki beberapa kasus seperti ini, namun tidak terjadi pada saya lho ya. kadang saya merasa cukup kasian melihat keadaan yang bersangkutan karena merasa terus direndahkan seperti itu. dan efeknya? binggo! dari hari kehari mereka semakin terpuruk seperti kotoran, yup. bahkan terlihat dari cara dia memperlakukan tubuhnya, sudah kotor secara harfiah (ketombe, upil, gadul, belek, kopok, daki, keringat, dangkal, dll), ditambah dengan tekanan yang menghakimi dirinya bahwa : dia adalah yang terbuang, dan ditambah pula dengan pikiran-pikirannya yang semakin kotor.

wah, ternyata berat juga ya efek domino dari ucapan seseorang. baiklah, mari kita cari solusi untuk masalah diatas. yup, tutup telinga dan jangan dengarkan perkataan orang yang menganggap kita ini kotoran (baca – tidak dihargai). sudahlah, maka  merenunglah sejenak tentang kopi luwak.

anda pasti tahu kopi luwak, kopi tersebut terbuat dari biji kopi yang dimakan luwak yang kemudian terbuang bersama kotorannya, itupun karena tidak terurai oleh lambung si luwak. luar biasa bukan? anda pasti akan kembali menertawakan hal ini bila harga secangkir kopi luwak adalah 500 ribu rupiah.

mungkin sampai hari ini tidak akan pernah ada orang yang rela merogoh kocek sampai begitu dalam hanya untuk secangkir kopi luwak, jika tidak ada orang yang menemukan biji kopi dari tumpukan kotoran luwak-luwak tersebut.

sama seperti diri anda, tidak akan pernah ada yang menghargai diri anda apabila anda sendiri tidak menemukan hal yang paling berharga dalam hidup anda.

semua boleh berkata apapun tentang kotoran luwak, hanya orang gila saja yang berani menemukan dan meminum kopi yang terbuat dari setumpuk kotoran.

semua boleh  berkata apapun tentang diri anda, termasuk masukan, kritikan, saran, cemoohan, dan sebagainya. namun hanya diri anda (baca tidak gila) sendirilah yang seharusnya berani menemukan hal-hal terbaik yang terpendam dalam diri anda.

solusinya? lupakan semua perkataan buruk tentang diri anda. bergegaslah membuat kopi, dan menikmatinya bersama keluarga kecil yang anda cintai.

selamat beraktivitas.

semoga Allah mengampuni tiap kesalahan demi kesalahan para manusia yang selalu merendahkan kita.

 

Advertisement

Tagged: , ,

§ 7 Responses to Hey, kotoran

  • arifn says:

    *sedikit curhat*
    mungkin selama ini saya merasa seperti sepah yang dibuang setelah diambil manisnya. Terkadang saya merasa orang-orang dekat kepada saya karena menginginkan sesuatu dari saya. Namun ketika keinginan tersebut telah mereka dapatkan, saya merasa tiba-tiba mereka menghilang, menjauh. Ketika mereka mendapati persoalan, baru mereka muncul lagi.
    Apakah itu juga yang saya lakukan sehingga itu berbalik lagi kepada saya?
    Ah, mungkin hanya perasaan saya saja…

    • awik1212 says:

      ikhlaskan saja
      selama membantu orang lain adalah bentuk amalan, maka insyaAllah semua itu akan dibalas dikemudian hari. meskipun sekecil biji zarah. dan juga berlaku untuk sebaliknya.

      setau saya, mas arif ini tergolong pemakan sepah juga e. jadi ya ndak dibuang, sikat abis.. haha.. *kidding*

      mas arif ini kalau membantu saya dalam masalah terlihat tulus koq. jadi ya mungkin njenengan tidak perlu khawatir, saya sih yakin hal yang menimpa njenengan itu bukan karena apa yang pernah njenengan lakukan.

      gimana sudah sampai mana ini berkas2nya?

  • Asop says:

    Oops, saya tak pernah menganggap orang lain sebagai kotoran. :mrgreen:

  • Moes Jum says:

    Piye kabarmu?
    Kalo mau tau contoh orang2 yg dianggap kotor dan tidak penting sehingga mereka terus saja disiksa utk kepentingan pembangunan dan devisa negara … silakan check di sini http://muaratae.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hey, kotoran at Hey, Awik.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.