Hey, Jangan Bertanya
November 30th, 2011 § Leave a Comment
wow.. kenapa ga boleh bertanya?
seminggu terakhir ini ada hal yang selalu membuat saya gemes setiap kali membuka facebook, entah bagaimana ceritanya hingga saya bisa masuk kesebuah group di facebook. group ini kalau saya lihat anggotanya, isi nya adalah orang-orang yang mahir dalam dunia jaringan. awal kali saya melihat baris pertama group discussion disitu terbaca hal-hal seputar pertanyaan tentang dunia jaringan. WAH! kesan pertama yang muncul adalah perasaan senang karena suatu saat ketika saya berhadapan masalah dengan ilmu jaringan, saya bisa menanyakan langsung disitu, ekspektasi saya ternyata terlalu muluk ketika sebuah cerita dimulai :
awalnya saya hendak merancang dan mengimplentasikan sebuah PC PROXY, di jaringan RT RW net yang saya kelola. yup. apa itu PROXY? anda bisa baca lengkap di sini. alhasil wajar dong ya kalau saya memposting pertanyaan disana, saya tidak ingin terlalu subyektif merangkum diskusi yang ada hingga sampai pada kesimpulan yang membuat saya gemes. ya gemes. gemes dengan comment yang ber-ratus-ratus jumlahnya, gemes dengan tangapan menyepelekan, gemes dengan saya sendiri.
yang bikin saya bingung adalah, saya ini salah tanya, atau salah bertanya pada group yang salah? lantas, fungsi group untuk apa kalau bertanya saja sulit. tapi hikmah dari itu semua adalah saya menjadi bisa. bisa untuk mandiri menyelesaikan masalah satu persatu, mandiri untuk belajar secara mandiri. mandiri untuk tertidur dengan berjibun rasa penasaran yang mengganjal atas proses pembuatan proxy yang selalu gagal itu sendiri.
lantas, saat ini bagaimana wik? apakah proxy sudah jadi? | alhamdulillah sudah, dan semua yang saya kerjakan, insyaAllah malah bisa diterapkan ditempat lain, karena apa? ya karena saya paham betul. wong digarap sendiri tanpa bantuan yang jelas. jadi semua ilmu nyantol dikepala, *eh
ini seperti psikologi terbalik, karena budaya yang ada di saya selama ini adalah ketika bertanya, lantas dapat jawaban. lantas dikerjakan, lantas selesai. that’s all. insyaAllah besok kalo ketemu kasus, ya lupa.hehe.. mereka memang punya maksud baik, mungkin. agar saya bisa belajar. terimakasih yang sebesar-besar nya untuk pengalaman ini, terimakasih untuk para master-master jaringan di group tersebut.
apapun itu, saya lantas berfikir tentang mereka. meskipun akhirnya pergulatan di group tersebut berakhir dengan perang comment, saling menghardik satu sama lain. saya di kepung oleh mereka yang sudah saling kenal. saya tergelitik ketika berdiskusi dengan isteri atas apa yang saya alami,
saya : kenapa ya mereka ndak mau ngasih tau
isteri : ya mungkin karena diantara group itu ada yang menjual jasa setting proxy.
saya : lah? emang kenapa?
isteri : ya kalau kamu bertanya sama penjual jasa, otomatis ketika dijawab, sama hal nya mereka menjual jasa secara gratis.
saya : eh* gitu ya?
isteri : ya coba kamu telpon dokter, tanya minta resep obat atas masalah kesehatan yang kamu alami, ya mungkin ndak bakalan dijawab kalau lewat telpon apa facebook, ya harus datang kesana, paling ga mbayar dulu.
saya : *manggut-manggut*
apapun itu, kesan saya adalah tentang bagaimana sebuah ilmu disikapi oleh pemiliknya.
kalau ilmu adalah harta mereka, sudah pasti mereka menggenggam nya. jangan sampai terbuang ditempat yang salah. kalau ilmu adalah makanan mereka, sudah pasti mereka membagi-bagikannya, karena ilmu tidak akan pernah cukup hanya untuk dimakan sendiri. maka sudahilah, carilah orang-orang yang berkarakter nomer 2.
dan saya tetap menghormati orang nomer satu, sebisa mungkin.